Rabu, 20 Januari 2016

Fungsi water stop pada sambungan beton



Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi beton bertulang terutama area sambungan sering kita temuai adanya pemasangan water stop, keberadaanya termasuk penting meskipun tergolong sebagai pekerjaan yang tidak terlihat sehingga ada kalanya lupa atau sengaja dilupakan untuk tidak dipasang, hingga akhirnya timbulah masalah kebocoran atau rembesan air pada beton terutama pada bagian yang banyak berhubungan dengan air seperti area lantai bawah tanah basement, STP, core lift, dinding penahan tanah, dan sejenisnya. untuk mengetahui fungsi water stop pada sambungan beton bisa kita lihat dari namanya yaitu Water Stop berasal dari bahasa inggris dari kata water = air dan stop= berhenti, jadi kata water stop bisa berarti pemberhentian air.  

Foto pemasangan water stop pada sambungan cor beton


Pada foto diatas terlihat garis berwarna merah yang sedang dipasang oleh pekerja merupakan water stop dari jenis dodol dipasang pada pemberhentian cor beton lama yang akan disambung dengan cor beton baru.   Jadi Fungsi water stop yaitu untuk menahan jalanya air baik yang berasal dari samping, atas maupun arah lainya agar tidak merembes ke beton, water stop ada yang berbentuk dodol atau cair. Meskipun fungsinya sangat penting bukan berarti bebas memasangnya dalam jumlah banyak dengan harapan agar semakin kecil kemungkinan air akan merembes, karena yang akan terjadi justru menyebabkan beton tidak bisa tersambung dengan sempurna sehingga muncul masalah retak/ crack bahkan patah, kalau sudah begini maka air justru menjadi lebih leluasa untuk mengalir.
By.CAT

Selasa, 12 Januari 2016

PERBEDAAN BATU GRANIT DAN MARMER

Salam Kenal dan Salam Jumpa Kembali . . .Saudaraku
Disini Saya akan Menjelaskan Sedikit Mengenai Batu Granit dan Marmer tanpa Basa basi langsung saja Yuk. . .. . . .
Baiklah, mari kita mulai. Pertama, Granit pada dasarnya adalah batuan yang berasal dari aktivitas metamorfosa gunung berapi dan memiliki tekstur yang keras. Sedangkan marmer berasal gunung kapur yang terkena suhu panas dan mengeras membentuk sedimen dan berpola gradasi sehingga terlihat indah dan bertekstur halus.
di bawah ini adalah contoh gambarnya.
BATU GRANIT

  




BATU MARMER







 Kedua, dari segi pemasangan kedua batu     marmer itu memiliki kesamaan dengan cara pasang ubin keramik tapi perbedaannya jika marmer maupun granit menggunakan beton sebagai perekat antar ubin. Masih ada perbandingan antara marmer dan granit yaitu dari segi maintenance nya dimana jika lantai dari granit lebih memiliki daya tahan yang kuat dari kotoran yang menempel sedangkan lantai marmer lebih rentan dan harus cepat menangani kotoran yang mengenai lantai marmer. Gunakan sabun dan air secukupnya untuk membersihkan noda.
Yang terakhir adalah menggunakan sealer dalam setiap pemasangan ubin Anda baik itu marmer maupun granit. Sealer berfungsi untuk poles marmer maupun granit Anda dan memiliki cara kerja dengan melindungi mamer ataupun granit Anda dari goresan, retakan maupun noda yang kemungkinan mengenai marmer Anda. Periksalah petunjuk pemakaian sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jasa poles marmer agar hasil yang didapat sempurna. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda dengen memeriksa standar baku pemakaian yang benar.
Semoga Bermanfaat
By.CaterPillar_Design

Minggu, 10 Januari 2016

Cara menghitung kebutuhan material dak lantai beton per m2

Mari kita uraikan cara menghitung kebutuhan material dak lantai beton per m2, struktur yang akan kita hitung ini menggunakan sistem konvensional yaitu menggunakan perancah bambu, bekisting triplek, pasang pembesian lalu cor ditempat. kebutuhan material akan berbeda jika menggunakan sistem half slab, beton ringan dan yang lainya. o.k langsung saja kita mulai membuat analisanya

Analisa kebutuhan material untuk membuat 1m2 dak beton sistem konvensional
·        Besi= diameter 10mm dipasang jarak 20 cm berarti jumlahnya dalam 1m:0,2 m= 5bh, dipasang 2 lapis 2 arah berarti total jumlahnya 2 x 5 x 2 = 20bh, masing-masing panjangnya 1m berarti total kebutuhan besinya adalah 20bhx1m = 20 m. panjang perbatang 12m, jadi perlunya 20/12= 1,6667 btg.
·        Beton= Ketebalan dak 12 cm, dalam 1m2 membutuhkan beton 1mx1mx0,12m=0,12m3.
·        Semen= Perbandingan campuran beton 1pc:2ps:3kr, jadi butuh semen 1/6×0,12=0,02m3. 1 zak semen isi 50 kg berisi 0,024m3, jadi dalam 1m2 dak beton butuh semen 0,02/0,024=0,8333zak.
·        Pasir= 2/6 x 0,12 =0,04m3.
·        Koral = 3/6×0,12 = 0,06 m3.
·        Triplek 8mm= ukuran triplek 1,2m x 2,4m maka luasnya 2,88m2. jadi 1m2 dak beton butuh 0,34722 lembar.
·        Bambu = dipasang setiap jarak 50cm, perlunya 2 batang.
·        Kawat bendrat.
·        Paku
Jadi untuk membuat 1m2 dak beton konvensional dibutuhkan



·        Besi D10 = 1,6667 btg
·        Beton = 0,12 m3
·        Semen 50kg/zak = 0,8333 zak
·        Pasir = 0,04 m3
·        Koral = 0,06 m3
·        Triplek 8mm = 0,34722 lembar
·        Bambu = 2 batang
·        Kawat Bendrat =
·        Paku=
catatan: kebutuhan diatas adalah untuk plat lantai, struktur balok dihitung secara terpisah.


Nah.. kita sudah tahu berapa yang diperlukan untuk membuat satu meter persegi dak beton, itu untuk 1m2, lalu bagaimana jika membuat dak dengan ukuran sekian meter x sekian meter, mudah saja, caranya yaitu dengan mengalikanya dengan jumlah m2 dak beton yang akan dibuat, contohnya ukuran 7 m x 8 m = 56m2. jadi perlu besi D10 = 1,6667 btg x 56m2 = 93,3352 btg, perlu semen 0,8333 zak x 56m2 = 46,7 zak, perlu pasir 0,04m3 x 56m2 = 2,24m3, perlu koral 0,06m2 x 56m2 = 3,36m3, perlu triplek 0,34722 lbr x56m2 = 19,44 lembar, perlu bambu 2btg x 56m2 = 112 btg. begitulah caranya, jika ada koreksi atau masukan kita terima dengan senang hati . . .
ByCaterPillar_Design

TABEL KONVERSI BETON 3 SAMPAI 28 HARI

TABEL KONVERSI BETON 3 SAMPAI 28 HARI
Beton akan mengalami pengerasan secara sempurna setelah 28 hari sehingga pada hari-hari sebelumnya akan mempunyai kuat tekan berbeda yang untuk mengetahuinya dapat menggunakan rumus tabel konversi beton umur 3 7 14 21 dan 28 hari. nilai ini biasanya diperlukan ketika hendak menetapkan waktu pembongkaran bekisting sehingga tidak perlu menunggu sampai 28 hari dan bekisting bisa digunakan untuk bagian pekerjaan beton yang lain. Nilai kuat tekan beton sebelum 28 hari juga dibuat oleh kontraktor skala besar untuk keperluan laporan kualitas beton kepada pemilik proyek bahwa beton yang digunakan dilapangan mempunyai kuat tekan minimal sama dengan perencanaan.
 Pengujian dapat dilakukan dengan membuat benda uji berbentuk silinder ukuran diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm, bisa juga menggunakan benda uji beton berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm namun hasil pengujianya harus dikonversikan kedalam bentuk silinder dengan rumus:
Fc = 0,83 Fck ( apa itu Fck? Fck adalah nilai kuat tekan beton ( mpa ) yang didapat dari hasil pengujian dengan benda uji berbentuk kubus 15 cm x 15 cm). berikut ini tabel konversi beton untuk masing-masing umur 
Tabel konversi beton
Umur beton ( hari)
Perbandingan Kuat Tekan
3
0.46
7
0.70
14
0.88
21
0.96
28
1.00

Rumus kuat tekan beton
Fc =Fcr – 1,64 s
Fc = kuat tekan, dengan satuan Mpa
Fcr = kuat tekan rata-rata, dalam Mpa
s = Deviasi standar


Contoh data hasil pengujian dan cara perhitungan kuat tekan beton dengan benda uji kubus 15 cm x 15 cm kuat tekan rencana 250 kg/cm2 dihitung menggunakan software microsoft excel, untuk cara tes kuat tekan dapat melihat pada artikel yang khusus membahas tentang cara melakukan percobaan tes tekan beton 


Pada kolom F hasil uji dikalikan dengan angka 0.83 untuk konversi kubus ke silinder.
Pada kolom G diisi berdasarkan tabel konversi beton sesuai dengan umur hari pengujian.
Kolom H  Cube Strength 28 hari (Tb) dalam (Kg/cm2)= F26/G26/1
Kolom I  Tegangan Rata-rata (Tb’) dalam Kg/cm2= $H$27/16
Kolom J  (Tb-Tb’)2 dalam  Kg/cm2= (H28-I28)^2
Deviasi = s = (($J$27)/(16-1))^0.5 = 23.87.
Tegangan karakteristik  Tbk’ dalam satuan Kg/cm2= I26-1.64*K26 = 271.73 kg/m2 > 250 kg/m2 O.K.
Selamat menghitung kuat tekan beton  . . .
By.CaterPillar_Design


Minggu, 29 November 2015

PENGERTIAN BENTUK ( Arsitektur )

PENGERTIAN BENTUK ( Arsitektur )

Salam Jumpa dan Salam Kenal Saudara Pertama-tama terimakasih Karena Telah Mengunjungi Blog Kami CaterPillar_Design . . .Selamat Membaca . . . !!!

Bentuk arsitektural adalah titik temu antara massa dan ruang. Kwalitas arsitektur akan ditentukan oleh keahlian seorang perancang dalam menggunakan dan menyatukan unsur-unsur bentuk baik dalam ruang dalam (interior) maupun ruang luar (eksterior) bangunan.

Bentuk merupakan sebuah istilah inklusif yang memiliki beberapa pengertian. Dalam seni dan perancangan, istilah bentuk seringkali dipergunakan untuk menggambarkan struktur formal sebuah pekerjaan yaitu cara dalam menyusun dan mengkoordinasi unsur-unsur dan bagian-bagian dari suatu komposisi untuk menghasilkan suatu gambaran nyata. Bentuk dapat dihubungkan baik dengan struktur internal maupun garis eksternal serta prinsip yang memberikan kesatuan secara menyeluruh.
Pada umumnya bentuk dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu :
1. Bentuk beraturan
2. Bentuk tak beraturan
Bentuk juga memiliki sifat-sifat tertentu yang menentukan pola dan komposisi unsure-unsurnya:
  1. Posisi
Letak dari sebuah bentuk adalah relative terhadap lingkungannya atau lingkungan visual di mana bentuk tersebut terlihat.
  1. Orientasi
Arah dari sebuah bentuk relative terhadap bidang dasar, arah mata angin, bentuk-bentuk benda lain, atau terhadap seseorang yang melihatny.
  1. Inersia Visual
Merupakan tingkat konsetrasi dan stabilitas suatu bentuk. Inersia visual suatu bentuk tergantung pada geometri dan orentasinya relative terhadap bidang dasar, gaya tarik bumi, dan garis pandang manusia

Semua sifat-sifat bentuk ini pada kenyataannya dipengaruhi oleh keadaan bagaimana kita memandangnya:
  • Perspektif atau sudut pandang yang berbeda memperlihatkan wujud ataupun aspek-aspek bentuk dalam pandangan mata manusia.
  • Jarak kita terhadap bentuk tersebut menentukan ukuran yang tampak.
  • Keadaan pencahayaan dimana kita melihat suatu bentuk akan mempengaruhi kejelasan dari wujud dan strukturnya.
  • Lingkungan visual yang mengelilingi benda tersebut mempengaruhi kemampuan kita dalam menterjemahkan dan mengidentifikasi bentuk tersebut.
BENTUK BERATURAN
Bentuk beraturan adalah bentuk-bentuk yang berhubungan satu sama lain dan tersusun secara rapi dan konsisten.  Pada umumnya bentuk-bentuk tersebut bersifat stabil dan simetris terhadap satu sumbu atau lebih.  Bola, silinder, kerucut, kubus, dan piramida merupakan contoh utama bentuk-bentuk beraturan.
Bentuk-bentuk dapat mempertahankan keteraturannya meskipun dimensi-dimensinya diubah, ataupun unsure-unsurnya ditambah atau dikurangi. Berdasarkan pengalaman dalam membangun bentuk-bentuk serupa, kita dapat membangun suatu bentuk teratur yang baru berdasarkan bentuk dasar meskipun dengan menghilangkan atau menambahkan beberapa bagiannya.
Contoh bangunan dengan bentuk beraturan :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh_7zSD1m2ytJuq2rc1awZBkrgUfhz4uCX3lxNZahrAJMY2Ip5LaLD7Fig9YViFSKy3jPcBb-QlOyaSHjBsCxX54mnLy2NHQC7Suknj7K9UP_Lj9_8gzp-8NuPi7HO8zIWYnwUbj8rietK/s200/Bentuk+Beraturan+-+National+Gallery+of+Art,+Washington,+I+M+Pei.jpg  National Gallery of Art, Washington, oleh I M Pei
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUW9yeFAJn6LQ2mDnglFFlv89XD6uum3qLstG6E0Wi0iohNclf7pZYdBywy176P0jU9IEHCf3Nlqfq3aKB_Phs_u4SrTNklbcVovDsGZL4iMX6-KrX1YAq566KUtEvp2-dO3QaauHJsuiq/s200/Bentuk+Beraturan+-+hotel-consolacion.jpg  Hotel Consolacion
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi205HyQfotTJERJ3HGymlRB-arHdP-FxAnJbLQeuMNPZLn6GFKisaFKGq_6E1OBH9_yyBVruQPEg2ELkbbMXOKN7-yA1FamA79fPxOrKxGNcwQXJY4cFmhWpatowjPGcWmV7dDTWtSksTa/s200/Bentuk+beraturan+-+atn_modernmuseum.jpg Modern Museum
BENTUK TAK BERATURAN
Bentuk tak beraturan adalah bentuk yang bagian-bagiannya tidak serupa dan hubungan antar bagiannya tidak konsisten.  Pada umumnya bentuk ini tidak simetris dan lebih dinamis dibandingkan bentuk beraturan.  Bentuk tak beraturan bisa berasal dan bentuk beraturan yang dikurangi oleh suatu bentuk tak beraturan ataupun hasil dan komposisi tak beraturan dari bentuk-bentuk beratunan.
Selama kita berkecimpung baik dengan massa padat maupun ruang kosong di dalam arsitektur, bentuk-bentuk beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk tak beraturan. Demikian juga bentuk-bentuk tak beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk beraturan.
Contoh Bangunan dengan bentuk tak beraturan :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsdsHQaxngXtAsPKV4W4STf8qhUKZhv7vAxvpKuR5nultxzX3OFhGCl-n4goYR-_atD8LCZnPITJft3IDFg-hL1amiyYuYPwfTmdIn22Cbbj1sC5_-Yt18itXd17KjV6NDykLMYtNFV_RL/s200/Bentuk+tak+beraturan+contoh+2.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE_ZVLq9kFPXSteKdk56aHxZlbEKVdz_6hvQFr3AhHj1JMZ5cZKX2cwxMRWLmJDOeGfC7qS5ku8eiN66R5_qTxZc8HcRkN5H-DdfI99zR-3v_aBDooH5a_fAivysTqnzxfq2w3rmEqVKk4/s200/Bentuk+tak+beraturan+-+contoh.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNIndWKN3WOXBnWqax_SxjL9-v-HYsKfHCium0FOocrqBhENAMSbODr3Z4cKtrRrs4Wf38o0AvKOhTuUr2A1KH6RPa5Ksn4ugtUUdFL3gnWYy2pdfIPJ3lDOGnSGbmIS1j9AfiN58AGyuE/s200/Bentuk+beraturan+-+The+Klein+Bottle+House,+Rob+Mcbride.jpg  The Klein Bottle House, oleh Rob Mcbride




PENGERTIAN RUANG
Sebuah bidang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah asalnya akan menjadi sebuah ruang. Ruang adalah daerah 3 dimensi dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang memiliki posisi serta arah yang relatif, terutama bila suatu bagian dari daerah tersebut dirancang sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. 
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdVdmKPXI5H3ox5HaGgky5uBNU-c7ksObDscgSLarPjqtT1ApykArqVYKATKOpXMNg3eV1_VJBrLmdNVON5A7JpM797Tzp1LUg1CwCtOxX5F1XAxVk5Wcnt5VVW_CpEbCLeu6vSgqELF63/s200/Ruang+2.jpg      Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEzF_fDcqjnpyLv16q6C8sF8GBFSIgiha5r8clLQxI7XixwpKiXy_Gd450kShhY8BS0FDciZDG23GUyHirpXoEfXf41mNLEpMNPGjB_Uc_4H5yckWKteILOf87_NHENX2IH5c3KC4kC4TS/s200/Ruang+1.jpg
Sebagai bentuk 3 dimensi, ruang sangat terkait dengan volume.  Secara konsep, sebuah volume mempunyai tiga dimensi, yaitu: panjang, lebar, dan tinggi. Semua volume dapat dianalisis dan dipahami terdiri atas:
•  Titik atau ujung di mana beberapa bidang bertemu. 
•  Garis atau sisi-sisi di mana dua buah bidang berpotongan.
•  Bidang atau permukaan yang membentuk batas-batas volume.
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFVcDa-ElYI-fJCv0T7mgXILCByKpHptdplLz_PQftCcw-sWoYOHDEVQtA80EJHjpvwJRLeWzNWehMGgQtcLB27x8wtrcxieeiXYNyZ7of66xpmstYdSJ1Om2QLoz3_6HisVQTxeh8ATJ4/s320/Ruang+3.jpg
Sebagai unsur tiga dimensi, dalam perbendaharaan perancangan arsitektur suaturuang dapat: 
-          Ruang kosong / void 
-          Ruang isi / solid 
 Ruang kosong / void 
Yaitu ruang yang dibatasi oleh bidang-bidang. Void juga bisa diartikan sebagai ruang kosong atau area kosong atau ruang terbuka yang memotong kontinuitas ruang antara dua area. Namun, umumnya pengertian void dipakai untuk menggambarkan ruang kosong tanpa lantai yang berada di lantai dua, di mana melalui ruang tersebut kita dapat melihat ruang di bawahnya, namun tetap di bawah atap yang sama. 
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNfAVIyAdwURUMO4SBtnx7RZqMlbr227TguDchQ1S0X8VlDcHKIcU_s1B7RgIqkUhdExq3oQ6fMK9ZVTt6onmmOYvuYAT3oqk18KtOAGGnGywS8nQ7SHLXKYhGJkb44pKnmq8p3Ck-imny/s320/Ruang+Void.jpg
 
Ruang isi / solid 
Yaitu ruang yang ditempati massa.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pO5Ih_H2yeUWEFszUndleqkAz-Ho5Ivk73kWxg4ROCC39PbXpmRx5Hq7LDJeWWXGa3fHm_UGVZfcbS89K9rZmE2HDPhJF5P_RBG0Rhg12I5Ye35tvghLK0mIOUAd6ILFJgZSXo4Vp0Wb/s320/Ruang+Solid.jpg

POLA KONFIGURASI JALAN
Konfigurasi jalan secara umum dapat dikelompokkan dalam beberapa pola sirkulasi sebagai berikut :
1. Linier
2. Radial
3. Spiral (Berputar)
4. Grid
5. Jaringan
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4YIMGz8A_PR2-xU1aEbDZc5pPI0uI5O8WVKbJMWztp9L8GNgH6ylCgLLqY4qYPo7bUbNSWyJnYWxk0gA4kGaDLikPmxFCiY9jX5xPIbATTjtM8FjC9wjbf1TyYNU6c2bFp8aca0TcSgWW/s320/Konfigurasi+Jalan.jpg 
Pada kenyataannya sebuah bangunan umumnya membuat konbinasi dari pola-pola tersebut. Hal terpenting dalam setiap pola adalah pusat kegiatan, jalan masuk ke ruangan, serta tempat untuk sirkulasi vertikal. Untuk menghindarl timbulnya orlentasi yang membingungkan, suatu susunan hirarkis di antara jalur-jalur dan titik bangunan dapat dibangun dengan membedakan skala, bentuk, panjang, serta penempatannya.
1. Linier
Jalan yang lurus dapat menjadi unsur pengorganisir utama deretan ruang.  Jalan dapat berbentuk lengkung atau berbelok arah, memotong jalan lain, bercabang-cabang, atau membentuk putaran (loop).
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJeoex6tlHL1QNJ1NCkLDtwwtlQMrDywS8pQfDmvjXT5YWnlUJJPS1oAlRMTBRY_Igj3N6hDXy8iADJewPLFLtr7uyt0OqYJ9dktMv1zUCf60GooynjVZMfb7jxFLwzD49pFA9m7wUXVtE/s400/Konfigurasi+Linier.jpg 
2. Radial 
Konfigurasi radial memiliki jalan-jalan lurus yang berkembang dari sebuah pusat bersama.
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32Hvi_3_jA8KHdJnzeNP6-0yxJMXKm4FK5vUhw4DMoWwtS02b_Ls7JSIIWtwXp5E3n64F03jl4d4DvwipOxmtpmD_4Sy5M58J0LB4DFZX0etYw9JCKnNYroMERH7YuTV8FU07Jyl0QoEW/s400/Konfigurasi+Radial.jpg
3. Spiral (Berputar) 
Suatu jalan tunggal menerus yang berasal dan titik pusat, mengelilingi pusatnya dengan jarak yang berubah.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuSr9C1W2F3aHJ5TJlIbJZ3nsFu-io0Hb9l4Vgu_p6puW88h5pxyEjwvVQWKSMi9mQV6jUuG4n-rRcIQc-9WAvDnMozu2evyeZRm32t8Z5xBkiHFYsfrSiUCjYrKQzaYamVZQZgw0ZfYYN/s400/Pola+Spiral.jpg
 4. Grid 
Konfigurasi grid terdiri dari dua pasang jalan sejajar yang saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan bujur sangkar atau kawasan ruang segi empat.
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRcKhmNBxysiX77ZrhnT7Skhzpy-xZHGz77xBFt2BYWzxT_JG6Em-hlkKmlUUC4b2DKfKloIR5sYAPWBDGn1_uteuGy4_h_m64Qsk-mn9e-GGpKqdYbVkaZtKDwnSAGb-q5V8-_vTojICR/s400/Konfigurasi+Grid.jpg
5. Jaringan 
Konfigurasi yang terdiri dari jalan-jalan yang menghubungkan titik-titik tertentu dalam ruang.
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD2l9mnIoxdyZYZfo_Ym8z4anjLnKJVyNYAY4kA_A-oclXmPM5CC878MAc4Lp5IrkDeFzp8v8-Tyi_tnJ8HoTS0Zs7sQuupEmJSS4Ziry5xgP_QNTwvpHOujcRsU7QPjx64zV3uAIqxPH9/s400/Konfigurasi+Jaringan.jpg

PERSENYAWAAN BENTUK GEOMETRI
Apabila dua buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orientasinya dan saling menembus batas masing-masing. Maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan supermasi dan dominasi secara visual.
Bentuk-bentuk yang berbeda dalam hal geometri atau orientasi mungkin tergabung dalam suatu organisasi tunggal untuk beberapa alasan sebagai berikut:
    • Untuk menampung atau menekankan kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dari ruang interior dan bentuk eksterior.
    • Utnuk menunjukkan kepentingan fungsional atau simbolis dari suatu betntuk atau ruang di dalam konteksnya.
    • Untuk menciptakan suatu bentuk komposit yang menggabungkan geometri-geometri kontras kepada organisasi terpusatnya.
    • Untuk mengarahkan suatu ruang terhadap suatu arah tertentu di dalam tapak bangunan.
    • Untuk membentuk volume ruang yang jelas dari suatu bentuk bangunan.
    • Untuk menunjukkan dan menegaskan bermacam-macam system konstruksi atau mekanik yang berada di dalam sebuah bentuk bangunan
    • Untuk memperkuat kondisi local yang simetris dalam suatu bentuk bangunan.
    • Untuk menanggapi geometri-geometri yang berbeda topografi, tumbuh-tumbuhan, batas-batas tapak, atau struktur-struktur yang sudah ada di lapangan
    • Untuk memanfaatkan jalur gerak yang sudah ada pada suatu tapak bangunan.
Bentuk penggabungan dua bentuk diantaranya:
1.     lingkaran dan bujur sangkar
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhDOsrJRAF8Yfb4o8vQusqR4NQ-d1CdtZHUEUJHoWqdH4zaHqovg5haMSN_sjO0eCX3zMUO5a4cm-EKLMetH6HzRJz4vOSBUuwJA_Ga5DyOKpNBY29yifsj4JmZDvRO8w_ybtdaqqB97xz/s400/Lingkaran+dan+bujur+sangkar.jpg

2.    grid yang diputar
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSwgUMF2NedOtCgYVnJcMhYMpwqCE_mVcjSrcG-mVjH08eQwnxUPtMwQzfdeXeIN6Oyw86VHKMstFjV0VSvjwtPnqsi0sb_uErVAr-kM4uZha57U7WWDeW652k3NzOIVB1lVEpeyzjM94t/s400/Grid+yang+diputar.jpg

Pada situasi semacam ini, bentuk-bentuk berikut ini dapat berkembang:
  1. Kedua bentuk dapat menghilangkan identitas masing-masing dan bersatu menciptakan suatu bentuk komposit yang baru.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKYiwJ9HNyhuAFpgApftO3V_lAtjUZNe-x6aZtnZSfZkeDznIAJorWVc7KV7glhh8O_7S2ZkMryQIhcTfDuDqmDQqNsgOr-KZHCdSg9IeM5mPVKmvjk0E_4m35o8XEjDZ47i4ls_bdqase/s400/Tipe1.jpg
  1. Salah satu dari kedua bentuk tersebut dapat menerima bentuk yang lain secara keseluruhan di dalam ruangnya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCHqTqpSTiAiIgnpaqE6aMn7VZmA5ojAgwJxHNO-FMXyXpql8mr0_xeD5ZCaIDk1cdPHNMsBEheTPCHfiwnnMnVFtzvOiM1DYZW6mEH7G6yhfH7guCPaOAR4lrUoLLsGCTtBzFprvIVzPM/s400/Tipe+2.jpg
  1. Kedua bentuk tersebut dapat mempertahankan identitas masing-masing dan bersama-sama memiliki bagian volume yang saling berkaitan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8UxQIFUewtVUMCbWrRUnuJYg4j5vCECprxLClwQmhtU7ReK2DPagygZocp0g50TTPW-Nywa2gT5r3ABWSqB7vGhbvR8jYzHGdff2DTSI-K82UoPfIKJDCgUQHN_bR_2W1fqlbnxwDJq0Y/s400/Tipe3.jpg
  1. Kedua bentuk dapat terpisah dan dihubungkan oleh unsure ketiga yang memiliki geometri serupa dengan salah satu bentuk asalnya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBPXN8Qs76_7qGyLkPXNz3HqIu45Xrj6SlTkr1zlDHLfazHYTHABurkyWLGm7DVzHPzXGKsnyxFyHrDK5GuJLnhNiVurP3NLfzlIgmkGVlZi23V-LsARACJLGFF8sq1xGysby-D5NNDwJk/s400/Tipe4.jpg 
Terimakasih Karena Telah Membaca Semoga Bermanfaat
Kasih Itu indah Ketika Kita BERBAGI . . .