Kamis, 21 Januari 2016

“ISTILAH DALAM TEKNIK SIPIL”


Oleh.Frengki Hilapok ( T.Arsitektur_USTJ )

1.       Acuan  (bekisting)  adalah  suatu  sarana  pembantu  struktur  beton  untuk  pencetak  beton  sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan
2.       Agregat  adalah  material  granular,  misalnya  pasir,  kerikil,  batu  pecah  dan  kerak  tungku  besi, yang  dipakai  bersama-sama  dengan  suatu  media  pengikat  untuk  membentuk  suatu  beton semen hidraulik atau adukan
3.       Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai  berat 1100 kg/m3 atau kurang.
4.       Agregat  Halus  adalah  pasir  alam  sebagai  hasil  desintegrasi  _alami_  batuan  atau  pasir  yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm. 
5.       Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi _alami_ dari bantuan atau berupa batu pecah  yang  diperoleh  dari  industri  pemecah  batu  dan  mempunyai  ukuran    butir antara  5-40 mm
6.       Adukan  adalah  campuran  antara  agregat  halus  dan  semen  portland  atau  sembarang  semen hidrolik yang lain dan air. 
7.       Angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.
8.       Bahan Tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya
9.       Beton adalah campuran antara semen portland atau  semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat.
10.    Beton  Bertulang  adalah  beton  yang  ditulangi  dengan  luas  dan  jumlah  tulangan yang  tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan  asumsi  bahwa  kedua  material  bekerja  bersama-sama  dalam  menahan  gaya  yang bekerja
11.    Beton-Normal  adalah  beton  yang  mempunyai  berat  isi  2200-  2500  kg/m3  menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan.
12.    Beton  Praktekan  adalah  beton  bertulang  yang  telah  diberikan  tegangan  dalam  untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja
13.    Beton Pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan. 
14.    Beton Ringan Struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyai berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3. 
15.    Beton  Polos  adalah  beton  tanpa  tulangan  atau  mempunyai  tulangan  tetapi  kurandari ketentuan minimum.
16.    CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter).
17.    Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.  
18.    Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.  
19.    Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton. 
20.    Konstruksi  Batu  adalah  pasangan  batu  yang  berfungsi  sebagai  elemen  konstruksi dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2. 
21.    Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi 
22.    Kabel  adalah  susunan  material  yang  digunakan  dalam  media  penarikan  beton  pratekan, biasanya disebut _tendon_. 
23.    Mks adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter0
24.     (Scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi pekerja untuk  melakukan  tugas  pada  ketinggian  tertentu  dan  (2) penyangga  acuan  beton  yang berfungsi mencegah terjadinyaperubahan posisi acuan dari posisi yang telah   ditentukan 
25.    Sengkang  adalah  tulangan  yang  digunakan  untuk  menahan  tegangan  geser  dan  torsi  dalam suatu  komponen  struktur,  terbuat dari batang  tulangan,  kawat baja  atau  jaring  kawat baja  las polos atau deform. 
26.    Segregasi  adalah pengelompokan  agregat  yang homogen pada  adukan beton, dimana  agragat kasar terpisah dengan agregat halus.  
27.    Tulangan  adalah  batang  baja  berbentuk  polos  atau  defon  atau  pipa  yang  berfungsi  untuk menahan  gaya  tarik  pada  komponen  struktur,  tidak  termasuk  tendon  prategang, kecuali  bila secara khusus diikut sertakan. 
28.    Tulangan  Polos  adalah  batang  baja  yang  permuakaan  sisi  luarnya  rata  tidak  bersirip  atau berukir. 
29.    Tulangan Deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip, atau berukir.   
30.    Accelerator adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton. 
31.    Admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton. 
32.    Additive adalah bahan tambah untuk campuran beton. 
33.    Bouwplank adalah papan duga dalam istilah Belanda. 
34.    Barsteel adalah rangkaian tulangan. 
35.    Box adalah korak penyedia daya atau arus listrik. 
36.    Bucket Tower Crane adalah kotak pembawa material dari mesin angkat.
37.    Bleeding adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan. 
38.    Bendraat adalah kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda. 
39.    Batching Plant adalah lokasi / tempat pengadukan. 
40.    Conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material. 
41.    Cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya).  
42.    Cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan. 
43.    Doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah. 
44.    Dump Truck adalah truk yang mampu membawa adukan beton. 
45.    Forklift adalah mesin / alat angkat. 
46.    Hoist adalah mesin / alat angkat. 
47.    Hammer Test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras. 
48.    In Situ adalah lokasi  / lapangan. 
49.    Jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan. 
50.    Lay-Out adalah penggunaan tata ruang di lapangan. 
51.    Mold adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton. 
52.    Mix Design  adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.
53.    Maccaferri  adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
54.    Power adalah energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating set.
55.    Portland Cement adalah semen abu-abu.  
56.    Post-Tension adalah penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras.
57.    Pre-Tension adalah penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan pengecoran. 
58.    Peri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah. 
59.    Retarder adalah bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton. 
60.    Rapid Klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok. 
61.    Ready Mix Concrete adalah beton yang siap pakai. 
62.    Speady adalah uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan semen.
63.    Slump adalah alat uji konsistensi/kekentalan beton.
64.    Steel Proff adalah tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur ketinggiannya. 
65.    Shear  Connector  adalah  bahan  /  material  penghubung  antara  2  (dua)  material  yang  berbeda karakteristiknya (komposit).
66.    Strands  adalah kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel. 
67.    Setting Time  adalah pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton. 
68.    Sand  Blasting  adalah  alat  /  mesin  pembersih  permukaan  pada  beton  sebelum   dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali. 
69.    Shop Drawing adalah gambar pelaksanaan / kerja. 
70.    Site-Plan adalah rencana lokasi / areal pelaksanaan.
71.    Stressing adalah penarikan kabel atau tendon pratekan. 
72.    Truck Mixer adalah truk yang mampu mengaduk beton. 
73.    Timing adalah pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton. 
74.    Troley adalah alat / mesin pembawa adukan beton. 
75.    Uplift adalah tekanan / gaya angkat. 
76.    Wearing Diagram adalah pembungkus kabel (isolator) yang memiliki arus listrik. 
77.    Workshop  adalah lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi.
78.    Waterpas adalah alat / mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan konstruksi. 
79.    Wires adalah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.
80.    Workability adalah kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi. 
81.    Wika Precast adalah perusahaan (Wika, BUMN) yang memproduksi beton pracetak.
DAFTAR ISTILAH TEKNIK SIPIL STRUKTUR
82.    Abutment – bagian bawah tumpuan struktur jembatan
83.    Agregat campuran – bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batupecah, basalt)
84.    AISC – singkatan dari American Institute of Steel Construction
85.    AISCS – Spesifikasi-spesifikasi yang dikembangkan oleh AISC, atau singkatan dari American Institute of Steel Construction Specification
86.    ASTM – singkatan dari American Society of Testing and Materials
87.    Balok – elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban transversal
88.    Balok spandrel – balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai
89.    Batas Atterberg – besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL) maupun batas susut (shirinkage Limit).
90.    Batas Cair – besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25 cm (1/2 inch).
91.    Batas Plastis – besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada contoh tanah hingga  3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus
92.    Beban – suatu gaya yang bekerja dari luar
93.    Beban hidup – semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari pada atap
94.    Beban mati – berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut
95.    Beton – suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat.
96.    Beton Bertulang – beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya.
97.    Beton Cast-in-place – beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia ditempatkan. Disebut juga beton cast- in situ.
98.    Beton Precast – beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site, biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi site
99.    Beton Prestressed – beton yang mempunyai tambahan tegangan tekan longitudinal melalui gaya tarik pada serat yang diberi pra-tegang di sepanjang elemen strukturnya.
100.Beton struktural – beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan dengan beton insulasi (insulating concrete).
101.Bracing – konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan struktur terhadap beban lateral
102.Cincin tarik (cincin containment– cincin yang berada di bagian bawah struktur cangkang, berfungsi sebagai pengaku
103.Daktilitas – adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;
104.Defleksi – lendutan balok akibat beban
105.Dinding geser (shear wall, structural wall) – dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa.
106.Faktor reduksi – suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana;
107.Gaya tarik – gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.
108.Gaya tekan – gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).
109.Geser – keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.
110.Girder – susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)
111.Goyangan (Sideways– fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.
112.HPS – singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas baja
113.HVAC – singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan
114.Joist – susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan. Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.
115.Kolom – elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial
116.Komposit – tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural.
117.Kuat nominal – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai
118.Kuat perlu – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini
119.Kuat rencana – kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan φ
120.Kuat tarik leleh – kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam Mpa
121.Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC’ – kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan MPa.
122.Las tumpul penetrasi penuh – suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las
123.Las tumpul penetrasi sebagian – suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;
124.Lentur – keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen (biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.
125.Lintel – balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela
126.LRFD – singkatan dari load and resistance factor design.
127.Modulus elastisitas – rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut.
128.Momen – gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang.
129.Momen puntir – momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang.
130.Momen kopel – momen pada suatu titik pada gelegar
131.Mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras
132.Plat Komposit – plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.
133.Pondasi – bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.
134.Rangka batang ruang – struktur rangka batang yang berbentuk tiga dimensional, membentuk ruang
135.Rangka kaku – suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser, lentur, dan torsi;
136.Rangka tanpa Bracing (Unbraced frame) — sistem rangka dimana defleksi lateral yang terjadi padanya tidak ditahan oleh pengaku atau dinding geser (shear wall)
137.Sag – simpangan yang terjadi pada struktur kabel, yang merupakan tinggi lengkungan struktur tersebut
138.sengkang – tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur,
139.SNI – singkatan dari Standar Nasional Indonesia
140.Spesi-beton – campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras
141.Spesi-mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras
142.Struktur bangunan – bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah.
143.Struktur Balok dan Kolom (post and beam) – sistem struktur yang terdiri dari elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar
144.Struktur Cangkang – bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai permukaan lengkung.
145.Struktur Grid – salah satu analogi struktur plat yang merupakan struktur bidang, secara khas terdiri dari elemen-elemen linier kaku panjang seperti balok atau rangka batang, dimana batang-batang tepi atas dan bawah terletak sejajar dengan titik hubung bersifat kaku.
146.Struktur Funicular – sistem struktur yang berbentuk seperti tali, kurva atau kumpulan segmen elemen-elemen garis lurus yang membentuk lengkung
147.Struktur Membran – konfigurasi struktur yang terbentuk dari lembaran tipis dan fleksibel.
148.Struktur Plat – struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainya.
149.Struktur Rangka Batang – susunan elemen-elemen linier yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat berubah bentuk bila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada satu atau lebih batangnya.
150.Struktur Rangka Kaku (rigid frame– struktur yang terdiri atas elemenelemen linier, umumnya balok dan kolom, yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya oleh joints (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relative di antara elemen struktur yang dihubungkannya.
151.Struktur Tenda – bentuk lain dari konfigurasi struktur membran, dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membranmembran.
152.Struktur Vierendeel – struktur rangka kaku yang digunakan secara horisontal. Struktur ini tampak seperti rangka batang yang batang diagonalnya dihilangkan. Perlu diingat bahwa struktur ini adalah rangka, bukan rangka batang. Jadi titik hubungnya kaku.
153.Sub-structure – struktur bagian bawah. Pada struktur jembatan merupakan bagian yang mendukung bentang horisontal
154.Super-structure – struktur bagian atas. Pada struktur jembatan, merupakan bagian struktur yang terdiri dari bentang horisontal.
155.Sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang tidak cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal, sehingga memungkinkan terjadinya goyangan (sway)
156.Tegangan – intensitas gaya per satuan luas
157.Tegangan tumpu (bearing stress– tegangan yang timbul pada bidang kontak antara dua elemen struktur, apabila gaya-gaya disalurkan dari satu elemen ke elemen yang lain. Tegangan-tegangan yang terjadi mempunyai arah tegak lurus permukaan elemen.
158.Tegangan utama (principle stresses– interaksi antara tegangan lentur dan tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik, yang disebut sebagai tegangan utama.
159.Tinggi efektif penampang (d) – jarak yang diukur dari serat tekan terluar hingga titik berat tulangan tarik
160.Titik hubung (joint) – titik pertemuan batang-batang elemen struktur, dimana titik ini merupakan pertemuan gaya-gaya yang terjadi pada elemen struktur tersebut
161.Tendon – elemen baja misalnya kawat baja, kabel batang, kawat untai atau suatu bundel dari elemen-elemen tersebut, yang digunakan untuk member gaya prategang pada beton
162.Torsi – puntiran yang timbul pada elemen struktur apabila padanya diberikan momen puntir langsung atau secara tak langsung. Tegangan tarik maupun tekan akan terjadi pada elemen yang mengalami torsi.
163.Triangulasi – konfigurasi struktur segitiga yang bersifat stabil, tidak bias berubah bentuk atau runtuh
164.Tulangan – batang, kawat atau elemen lain yang ditambahkan pada beton untuk memperkuat beton menahan gaya.
165.tulangan polos – batang baja yang permukaan sisi luarnya rata, tidak bersirip dan tidak berukir
166.tulangan ulir – batang baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip atau berukir
167.tulangan spiral – tulangan yang dililitkan secara menerus membentuk suatu ulir lingkar silindris
168.Un-sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal tersebut.
169.Umur bangunan – periode/waktu selama suatu struktur dipersyaratkan untuk tetap berfungsi seperti yang direncanakan;
170.Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari bangunan yang dihitung secara merinci, cermat dan memenuhi syarat. Tujuan dari pembuatan RAB itu sendiri adalah untuk memberikan gambaran yang pasti tentang besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan suatu proyek.
171.Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek. Untuk dapat menyusun rencana kerja yang baik dibutuhkan : Gambar proyek, RAB, Daftar volume pekerjaan, Data lokasi proyek, Data Material, Data kebutuhan tenaga kerja, Data cuaca, Data alat berat yang digunakan, Metode kerja yang digunakan, Data keuangan, Data kapasitasi produksi

Rabu, 20 Januari 2016

Fungsi water stop pada sambungan beton



Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi beton bertulang terutama area sambungan sering kita temuai adanya pemasangan water stop, keberadaanya termasuk penting meskipun tergolong sebagai pekerjaan yang tidak terlihat sehingga ada kalanya lupa atau sengaja dilupakan untuk tidak dipasang, hingga akhirnya timbulah masalah kebocoran atau rembesan air pada beton terutama pada bagian yang banyak berhubungan dengan air seperti area lantai bawah tanah basement, STP, core lift, dinding penahan tanah, dan sejenisnya. untuk mengetahui fungsi water stop pada sambungan beton bisa kita lihat dari namanya yaitu Water Stop berasal dari bahasa inggris dari kata water = air dan stop= berhenti, jadi kata water stop bisa berarti pemberhentian air.  

Foto pemasangan water stop pada sambungan cor beton


Pada foto diatas terlihat garis berwarna merah yang sedang dipasang oleh pekerja merupakan water stop dari jenis dodol dipasang pada pemberhentian cor beton lama yang akan disambung dengan cor beton baru.   Jadi Fungsi water stop yaitu untuk menahan jalanya air baik yang berasal dari samping, atas maupun arah lainya agar tidak merembes ke beton, water stop ada yang berbentuk dodol atau cair. Meskipun fungsinya sangat penting bukan berarti bebas memasangnya dalam jumlah banyak dengan harapan agar semakin kecil kemungkinan air akan merembes, karena yang akan terjadi justru menyebabkan beton tidak bisa tersambung dengan sempurna sehingga muncul masalah retak/ crack bahkan patah, kalau sudah begini maka air justru menjadi lebih leluasa untuk mengalir.
By.CAT

Selasa, 12 Januari 2016

PERBEDAAN BATU GRANIT DAN MARMER

Salam Kenal dan Salam Jumpa Kembali . . .Saudaraku
Disini Saya akan Menjelaskan Sedikit Mengenai Batu Granit dan Marmer tanpa Basa basi langsung saja Yuk. . .. . . .
Baiklah, mari kita mulai. Pertama, Granit pada dasarnya adalah batuan yang berasal dari aktivitas metamorfosa gunung berapi dan memiliki tekstur yang keras. Sedangkan marmer berasal gunung kapur yang terkena suhu panas dan mengeras membentuk sedimen dan berpola gradasi sehingga terlihat indah dan bertekstur halus.
di bawah ini adalah contoh gambarnya.
BATU GRANIT

  




BATU MARMER







 Kedua, dari segi pemasangan kedua batu     marmer itu memiliki kesamaan dengan cara pasang ubin keramik tapi perbedaannya jika marmer maupun granit menggunakan beton sebagai perekat antar ubin. Masih ada perbandingan antara marmer dan granit yaitu dari segi maintenance nya dimana jika lantai dari granit lebih memiliki daya tahan yang kuat dari kotoran yang menempel sedangkan lantai marmer lebih rentan dan harus cepat menangani kotoran yang mengenai lantai marmer. Gunakan sabun dan air secukupnya untuk membersihkan noda.
Yang terakhir adalah menggunakan sealer dalam setiap pemasangan ubin Anda baik itu marmer maupun granit. Sealer berfungsi untuk poles marmer maupun granit Anda dan memiliki cara kerja dengan melindungi mamer ataupun granit Anda dari goresan, retakan maupun noda yang kemungkinan mengenai marmer Anda. Periksalah petunjuk pemakaian sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jasa poles marmer agar hasil yang didapat sempurna. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda dengen memeriksa standar baku pemakaian yang benar.
Semoga Bermanfaat
By.CaterPillar_Design

Minggu, 10 Januari 2016

Cara menghitung kebutuhan material dak lantai beton per m2

Mari kita uraikan cara menghitung kebutuhan material dak lantai beton per m2, struktur yang akan kita hitung ini menggunakan sistem konvensional yaitu menggunakan perancah bambu, bekisting triplek, pasang pembesian lalu cor ditempat. kebutuhan material akan berbeda jika menggunakan sistem half slab, beton ringan dan yang lainya. o.k langsung saja kita mulai membuat analisanya

Analisa kebutuhan material untuk membuat 1m2 dak beton sistem konvensional
·        Besi= diameter 10mm dipasang jarak 20 cm berarti jumlahnya dalam 1m:0,2 m= 5bh, dipasang 2 lapis 2 arah berarti total jumlahnya 2 x 5 x 2 = 20bh, masing-masing panjangnya 1m berarti total kebutuhan besinya adalah 20bhx1m = 20 m. panjang perbatang 12m, jadi perlunya 20/12= 1,6667 btg.
·        Beton= Ketebalan dak 12 cm, dalam 1m2 membutuhkan beton 1mx1mx0,12m=0,12m3.
·        Semen= Perbandingan campuran beton 1pc:2ps:3kr, jadi butuh semen 1/6×0,12=0,02m3. 1 zak semen isi 50 kg berisi 0,024m3, jadi dalam 1m2 dak beton butuh semen 0,02/0,024=0,8333zak.
·        Pasir= 2/6 x 0,12 =0,04m3.
·        Koral = 3/6×0,12 = 0,06 m3.
·        Triplek 8mm= ukuran triplek 1,2m x 2,4m maka luasnya 2,88m2. jadi 1m2 dak beton butuh 0,34722 lembar.
·        Bambu = dipasang setiap jarak 50cm, perlunya 2 batang.
·        Kawat bendrat.
·        Paku
Jadi untuk membuat 1m2 dak beton konvensional dibutuhkan



·        Besi D10 = 1,6667 btg
·        Beton = 0,12 m3
·        Semen 50kg/zak = 0,8333 zak
·        Pasir = 0,04 m3
·        Koral = 0,06 m3
·        Triplek 8mm = 0,34722 lembar
·        Bambu = 2 batang
·        Kawat Bendrat =
·        Paku=
catatan: kebutuhan diatas adalah untuk plat lantai, struktur balok dihitung secara terpisah.


Nah.. kita sudah tahu berapa yang diperlukan untuk membuat satu meter persegi dak beton, itu untuk 1m2, lalu bagaimana jika membuat dak dengan ukuran sekian meter x sekian meter, mudah saja, caranya yaitu dengan mengalikanya dengan jumlah m2 dak beton yang akan dibuat, contohnya ukuran 7 m x 8 m = 56m2. jadi perlu besi D10 = 1,6667 btg x 56m2 = 93,3352 btg, perlu semen 0,8333 zak x 56m2 = 46,7 zak, perlu pasir 0,04m3 x 56m2 = 2,24m3, perlu koral 0,06m2 x 56m2 = 3,36m3, perlu triplek 0,34722 lbr x56m2 = 19,44 lembar, perlu bambu 2btg x 56m2 = 112 btg. begitulah caranya, jika ada koreksi atau masukan kita terima dengan senang hati . . .
ByCaterPillar_Design

TABEL KONVERSI BETON 3 SAMPAI 28 HARI

TABEL KONVERSI BETON 3 SAMPAI 28 HARI
Beton akan mengalami pengerasan secara sempurna setelah 28 hari sehingga pada hari-hari sebelumnya akan mempunyai kuat tekan berbeda yang untuk mengetahuinya dapat menggunakan rumus tabel konversi beton umur 3 7 14 21 dan 28 hari. nilai ini biasanya diperlukan ketika hendak menetapkan waktu pembongkaran bekisting sehingga tidak perlu menunggu sampai 28 hari dan bekisting bisa digunakan untuk bagian pekerjaan beton yang lain. Nilai kuat tekan beton sebelum 28 hari juga dibuat oleh kontraktor skala besar untuk keperluan laporan kualitas beton kepada pemilik proyek bahwa beton yang digunakan dilapangan mempunyai kuat tekan minimal sama dengan perencanaan.
 Pengujian dapat dilakukan dengan membuat benda uji berbentuk silinder ukuran diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm, bisa juga menggunakan benda uji beton berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm namun hasil pengujianya harus dikonversikan kedalam bentuk silinder dengan rumus:
Fc = 0,83 Fck ( apa itu Fck? Fck adalah nilai kuat tekan beton ( mpa ) yang didapat dari hasil pengujian dengan benda uji berbentuk kubus 15 cm x 15 cm). berikut ini tabel konversi beton untuk masing-masing umur 
Tabel konversi beton
Umur beton ( hari)
Perbandingan Kuat Tekan
3
0.46
7
0.70
14
0.88
21
0.96
28
1.00

Rumus kuat tekan beton
Fc =Fcr – 1,64 s
Fc = kuat tekan, dengan satuan Mpa
Fcr = kuat tekan rata-rata, dalam Mpa
s = Deviasi standar


Contoh data hasil pengujian dan cara perhitungan kuat tekan beton dengan benda uji kubus 15 cm x 15 cm kuat tekan rencana 250 kg/cm2 dihitung menggunakan software microsoft excel, untuk cara tes kuat tekan dapat melihat pada artikel yang khusus membahas tentang cara melakukan percobaan tes tekan beton 


Pada kolom F hasil uji dikalikan dengan angka 0.83 untuk konversi kubus ke silinder.
Pada kolom G diisi berdasarkan tabel konversi beton sesuai dengan umur hari pengujian.
Kolom H  Cube Strength 28 hari (Tb) dalam (Kg/cm2)= F26/G26/1
Kolom I  Tegangan Rata-rata (Tb’) dalam Kg/cm2= $H$27/16
Kolom J  (Tb-Tb’)2 dalam  Kg/cm2= (H28-I28)^2
Deviasi = s = (($J$27)/(16-1))^0.5 = 23.87.
Tegangan karakteristik  Tbk’ dalam satuan Kg/cm2= I26-1.64*K26 = 271.73 kg/m2 > 250 kg/m2 O.K.
Selamat menghitung kuat tekan beton  . . .
By.CaterPillar_Design